Perang yang Bukan untuk Menang

(Penggalan percakapan Minke, Telinga, dan Jean Marais, dalam roman Bumi Manusia, Pramoedya Ananta Toer)

Sumber gambar: kilasbaliknusantara.blogspot.com

Tanpa kami sadari Tuan Telinga telah ikut mendengarkan dari suatu jarak, kemudian mendekat, duduk pada meja. Nampaknya ia bersemangat untuk mencampuri.

“Perang kolonial dalam duapuluhlima tahun belakangan ini tak lain dari pada kehendak modal, kepentingan pasaran buat kelangsungan hidup modal di Eropa sana. Modal telah menjadi begitu kuasanya, maha kuasa. Dia menentukan apa harus dilakukan ummat manusia dewasa ini.”
(more…)