Dari Mochtar Lubis Hingga Arjuna Sasrabahu di Kineruku

One of my favorite post on one of my favorite blog…

The Dusty Sneakers

Mereka yang mencintai buku-buku indah tentu pernah dihinggapi ide romantis bahwa suatu hari ia akan membuat sebuah perpustakaan. Sebuah rumah buku yang dikelola dengan bersahaja, di mana siapapun boleh datang membaca, berdiskusi, tercenung, dan jatuh cinta sekaligus berdengki hati akan bagaimana para penulis hebat merangkai narasinya dengan cara indah yang tak ia pikirkan sebelumnya. Perpustakaan dengan bilik beraroma buku tua, teras dengan bangku yang diposisikan tepat di mana angin bertiup semilir, dan harum kopi yang menemaninya membaca. Rumah bagi pecinta buku dan pemuda yang melankolis sekaligus bergelora. Saat khayalan ini dibiarkan semakin menjadi, maka akan terdengar pula cicit burung di sela-sela musik masa lalu dari pemutar piringan hitam tua. Aih, sedap bukan main.

Terberkatilah Ariani Darmawan dan Budi Warsito yang, tidak seperti saya yang gemar berkhayal semata, benar-benar mewujudkan mimpi nan romantis ini. Telah sepuluh tahun rumah buku mereka, Kineruku, berdiri di jalan Hegarmanah Bandung yang rindang. Perpustakaan yang…

View original post 845 more words

7 thoughts on “Dari Mochtar Lubis Hingga Arjuna Sasrabahu di Kineruku

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s