Ratu Supalayat vs. Ratu Victoria

Suatu malam, seraya mengumpulkan keberaniannya Uma berkata, “Ada yang mendengar hal-hal mengerikan tentang Ratu Supalayat.”

“Apa?”

“Bahwa beliau memerintahkan agar banyak orang dibunuh… di Mandalay.”

Dolly tak menjawab, tetapi Uma berkeras. “Tidakkah hal itu membuatmu takut,” dia berkata, “tinggal di rumah yang sama dengan seseorang seperti itu?”

Dolly diam saja selama sesaat, dan Uma mulai khawatir kalau-kalau dia menyinggung Dolly. lalu Dolly bicara, “Kau tahu, Uma,” dia berkata dengan suaranya yang paling lembut. “Setiap kali aku datang ke rumahmu, aku melihat lukisan itu, yang kau gantungkan di pintu depanmu….”

“Lukisan Ratu Victoria maksudmu?”

“Ya.”

Uma terbengong-bengong. “Ada apa dengan lukisan itu?”

“Tidakkah kadang kau bertanya-tanya sudah berapa banyak orang yang dibunuh atas nama Ratu Victoria? Pasti jutaan, tidakkah begitu? Kupikir aku lebih takut tinggal bersama salah satu lukisan itu.”

Beberapa hari kemudian, Uma menurunkan lukisan tersebut dan mengirimkannya ke Balai Kota, untuk digantung di kantor sang Kolektor.

Queen_VictoriaQueen_Supayalat

Sumber: Amitav Ghosh. The Glass Palace = Istana Kaca. Jakarta: Hikmah, 2008. Hal. 128.

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s