Serangan Dispepsia

Tiga hari ini perut bagian tengah dan atas saya sakit setiap beberapa menit sekali. Semacem rasa nyeri, mirip maag. Tapi aneh kalau maag, karena akhir-akhir ini saya nggak pernah telat makan. Keseringan makan malah.

Awalnya saya kira masuk angin, karena rasanya kembung-kembung gitu, dan saya baru datang dari bepergian keluar kota. Tapi nggak mungkin kan masuk angin terus-terusan tiga hari berturut-turut.

Maka, karena nggak tahan berguling-guling nahan sakit setiap malam, dan jadi nggak semangat ngapa-ngapain siangnya, dan kakak saya nakut-nakutin dengan memvonis, “Itu usus buntu!” akhirnya saya ke dokter.

Ini dispepsia, kata Bu Dokter yang informatif itu, setelah dia menekan-nekan bagian kanan, kiri dan tengah perut saya mencari mana yang sakit. Thank God usus ada di sebelah kanan, jadi diagnosa ngasal kakak saya salah. Huh.

Kata Bu Dokter lagi, ini adalah penyakit yang setingkat di bawah gastritis alias maag.

“Tapi saya akhir-akhir ini nggak telat makan, Bu Dokter.”

“Yah, penyebabnya macem-macem. Bukan cuma telat makan, tapi bisa juga kebanyakan makan,” nah itu dia, pikir saya. “Atau makan yang banyak mengandung zat asam… atau mie instan… minuman soda…,” ok, here we goes… “Stress…,” yeah yeah, “Dan suka minum kopi barangkali…?!”

Wak waww…!!

Ya Tuhan. Hubungan saya dengan kopi sudah begitu dekat, begitu akrab, begitu berkesan. Kami sudah sangat saling mengenal dan saling berbagi selama bertahun-tahun… Haruskah…??!😦

Dispepsia: Penyakit Menahun yang Membandel

Infected: Herper Zoster

3 thoughts on “Serangan Dispepsia

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s