Google, tolong jangan masukkan setan ke lingkaranmu…

Saya menderita sekali beberapa hari ini.

Pasalnya, saya baru mengutak-atik akun Google+ saya, dan tiba-tiba saya menyadari sesuatu yang bikin saya gelisah sebelum tidur dan hampir sepanjang hari ini. Saya baru sadar kalau Google sudah menjadi penguasa dunia. Dialah the All-Seeing Eye (Yang Maha Melihat Segala Sesuatu) yang selama ini ditakuti orang yang mitosnya akan muncul menjelang kiamat.

Kalau dulu, kita mencari website, informasi, keterangan biografis tentang tokoh-tokoh dsb di mesin pencari Google. Tapi kalau mau ‘mengenal lebih dalam’ orang-orang atau tokoh-tokoh itu, kita akan masuk ke Facebook atau Twitter. Di sanalah orang-orang membuka segala tentang dirinya, rencana-rencana hidupnya, kesukaannya, foto-fotonya, kegiatannya, kegalauannya, dsb.

Nah, sekarang kita bisa menemukan semuanya itu di satu tempat. Google+.


Sebagai bagian dari jaringan terintegrasi Google, yang terdiri dari mesin pencari canggih, peta bumi (menyusul nanti peta mars), milyaran gambar-gambar, layanan email, penyimpanan dokumen, video (YouTube), penerjemah bahasa, artikel ilmiah, bisnis periklanan dll, maka Google+ praktis menjadi malaikat maut buat Facebook dan Twitter.

Tiga bulan setelah peluncurannya, setidaknya 50 juta orang telah mendaftar ke Google+. Dan tiap hari bertambah sampai sekarang.

Sebenarnya saya sendiri sudah mendaftar di Google+ beberapa bulan lalu, di awal-awal pembukaannya. Tapi waktu itu tidak langsung saya utak-atik, karena malas rasanya mencoba-coba hal baru lagi, dan skeptis ada jaringan sosial lain yang bisa menyaingi Facebook yang sudah mapan, ataupun Twitter yang sudah menjadi pahlawan bagi para selebriti.

Tapi bulan ini saya baru saja membaca salah satu buku paling inspiratif dalam hidup saya, yaitu Google Story yang ditulis oleh David A. Vise dan Mark Malseed. Di situ saya jadi mengenal lebih dekat Larry dan Sergey (pendiri Google) dengan ambisi gila mereka, budaya kerja yang mereka bangun dengan para Googlers (karyawan Google), serta kreativitas dan inovasi yang mereka ciptakan secara masif tanpa henti.

Jadilah saya penasaran dengan Google+. Benar saja, Google+ rupanya sudah menyempurnakan Facebook dan Twitter sekaligus, ditambah dengan jaringan terintegrasi Google yang saya sebut di atas, yang membuat dia mustahil ditandingi.

Masalahnya, Facebook dan Twitter, sebaliknya, tidak punya kekuatan teknologi dan sumber daya (baik sumber daya manusia maupun sumber daya kegilaan) yang cukup untuk melawan Google.

Mark Zuckerberg sendiri pasti sudah lebih dulu gelisah daripada saya. Dia juga mendaftar di Google+ 2 minggu setelah peluncurannya, dan ironisnya ratusan ribu orang bersemangat memasukkan Mark ke lingkaran Google+ mereka. Tapi rupanya Mark hanya mau mengamat-amati saja. Dia tidak satu kali pun menulis status, memposting dan sharing sesuatu di akunnya itu. Mungkin dia stress berat.


Gambar ini kasar sekali, memang. Dan saya yakin para Googlers pasti tidak setuju dengan gambar ini karena mereka tampaknya tidak berniat membuat Google+ jadi sekadar manusia biasa, tapi mau membuatnya jadi manusia super yang bisa mendekati sifat Tuhan.

Mark Sullivan di majalah PC World menulis:

It’s not about one site versus another site. Google+ is bigger than that. The reason Google calls it the “Google+ Project” is that Google+ will become a central part of Google’s whole identity. It will reshape the company.

Tapi saya agak terhibur karena Google Guys ini telah sejak awal mematok prinsip, Don’t be Evil.

Jadi, dengan super power yang mereka miliki, di mana orang mempercayakan email pribadi mereka, status memalukan mereka, dan segala informasi berharga mereka, maka semoga Google benar-benar akan mengeluarkan sifat-sifat setan dari lingkarannya, dan memblokir semua aktifitas setan yang mendaftar menjadi temannya.

Amiiin…


Add me to your circle? plus.ly/rinazrina

Baca juga

10 Kelebihan Google+ Dibanding Facebook

9 Reasons to Switch from Facebook to Google+

Kisah Larry dan Sergey (1): Pendiri Google yang Tak Bisa Duduk Diam

Kisah Larry dan Sergey (2): Senangnya Menjadi Googlers

Belajar Bisnis dari Mark, Larry dan Sergeyca juga

One thought on “Google, tolong jangan masukkan setan ke lingkaranmu…

  1. Pingback: Kegilaan Google | Boneka Ketujuh

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s