Kisah Ayat 1000 Dinar

Alkisah, beribu tahun yang lalu, hiduplah seorang tukang tepung yang sangatlah miskin. Ia dan keluarganya yang tinggal di pinggir laut selalu hidup dalam kekurangan. Namun ia tetap rajin bekerja setiap hari membuat tepung dan tak lupa bersyukur kepada Tuhan karena masih dikaruniai kesehatan dan juga kekayaan berupa istri dan anak-anaknya. Meski menurut standar ekonomi setempat, mereka adalah keluarga paling miskin yang pernah hidup di daerah itu.

Suatu hari, ia menyadari bahwa beberapa hari terakhir, setiap ia bangun pagi, tepungnya berkurang! Jika pada malam harinya ia telah menghasilkan tiga tong, maka di pagi harinya tepungnya hanya tersisa satu setengah tong.

Ia mengira mungkin seseorang telah mencuri tepungnya setiap malam. Namun ia tak sedih atau marah. Ia justru mendoakan pencurinya agar bisa hidup lebih baik. Mungkin pencuri itu lebih miskin darinya, dan lebih membutuhkan tepung itu daripadanya. Sang Tukang Tepung pun bersyukur kepada Tuhan karena hidupnya masih lebih baik dari orang lain. (Hmm, percayakah Anda kalau ada manusia yang bisa semurni itu? Ya, memang ada. Saya dan Anda pun bisa :))

Beberapa hari berikutnya, tiba-tiba berlabuhlah sebuah kapal yang sangat besar dan megah. Itu adalah kapal kerajaan dari negeri seberang. Si Tukang Tepung dan keluarganya pun ternganga melihat kapal mewah itu.

Lalu tampaklah rombongan awak kapal turun dan berjalan ke arah si Tukang Tepung dan keluarganya yang berjejer berdiri di depan gubuk mereka. Rupanya rombongan tersebut adalah Raja bersama para pengawalnya.

Tak disangka sang Raja langsung mendekati si Tukang Tepung dan bertanya, “Hai orang negeri seberang, kulihat di sini banyak tepung. Apakah kau mengenal tukang tepung di daerah sini?”

“Oh, sayalah tukang tepungnya, Tuan, satu-satunya di daerah sini,” kata si Tukang Tepung sambil gemetaran, karena takut kalau-kalau ia telah berbuat salah.

“Oh, kalau begitu, kaulah yang telah menyelamatkan kapalku dari bencana karam. Maka kau berhak akan hadiah ini,” kata sang Raja sambil memerintahkan pengawalnya untuk memberikan kantong besar yang dibawanya kepada si Tukang Tepung. “Ini nazarku untuk penyelamat kapalku. Isinya uang seribu Dinar.”

Maka, mendadak keluarga Tukang Tepung menjadi keluarga terkaya yang pernah hidup di daerah itu, dan termasyhur pula namanya turun temurun.

~ 0 ~ 0 ~

Demikianlah cerita si Tukang Tepung yang hatinya semurni emas. Ia mendapat balasan atas kebaikannya beribu kali lipat dari Tuhan…

Apakah Anda kebingungan dan bertanya-tanya seperti si Tukang Tepung? Bagaimana ia bisa menjadi penyelamat kapal sang Raja?

~ flashback ~

Begini ceritanya…

Ketika kapal kerajaan sedang terombang-ambing di lautan, karena sesuatu sebab, ada bagian dasar kapal yang bocor sehingga air mulai masuk ke dalam. Penghuni kapal menjadi panik karena air cepat sekali masuk dan lubang semakin besar.

Lalu datanglah pertolongan dari Allah. Diperintahkan jin-jin laut untuk mengambil tepung milik penduduk di pulau terdekat untuk menambal kapal tersebut. Pekerjaannya memakan waktu berhari-hari, namun akhirnya kapal pun tak jadi tenggelam.

Ketika Raja melihat bahwa kapalnya berhasil ditambal dengan tepung begitu banyak yang secara ghaib didatangkan ke kapalnya, maka ia bernazar untuk memberi hadiah kepada tukang tepung yang nanti ditemuinya di daratan. Hadiahnya berupa uang sejumlah seribu Dinar.

the end

~ 0 ~ 0 ~

Dan inilah yang dinamakan “Ayat Seribu Dinar” itu:

Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.
(AQ Surat At-Thalaq: 2-3)

~ 0 ~ 0 ~

Sumber cerita: Mama saya tersayang yang menceritakan dongeng turun-temurun ini berulang-ulang, dan selalu mengingatkan saya untuk konsisten bertaqwa dan bertawakkal kepada Allah🙂 (well, i really hope i would :))

Sumber ayat dalam huruf Arab dari sini.

Sumber gambar dari sini.

11 thoughts on “Kisah Ayat 1000 Dinar

  1. I get translate whole article in google translator and i have come to know about the actual points of this article, to increase traffic on a site i must say it is very helpful, thanks…

    Like

  2. rinaaaaa,,, this story is amazing!!! love ur mama thanks to her for this great story.. i’m shaking read that 1000 dinar clause,,, sumtimes we just forgot about what we called SPAAD🙂

    Like

    1. Iyaaa…. SPAAD… udah lama banged ga nyebut2 itu…

      Cerita 1000 Dinar ini, pas aku google, ternyata gak ketemu versi yang ini. Nemunya versi2 lain yang beda bgt. Aku jadi bingung mamaku dapet cerita darimana, tapi inspiring, jadi aku tulis aja di sini deh… supaya gak lupa.. :p

      Like

  3. Pingback: waktunya berterimakasih | Boneka Ketujuh

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s