Antara Aceh dan Michigan

Nada Luthfiyyah dan Maggie Hamilton mulai bersahabat pena sejak tiga tahun lalu. Nada dari Banda Aceh dan Maggie dari Kota Charlevoix, Michigan, Amerika Serikat. Apanya yang istimewa dari dua sahabat ini?

Kisah persahabatan Nada dan Maggie menjadi istimewa karena yang menjadi pengantar surat mereka adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau Pak SBY.

Kisah persahabatan mereka berawal pada tahun 2005. Waktu itu Gedung Putih, tempat Presiden AS berkantor, menerima surat yang ditulis oleh seorang anak bernama Maggie Hamilton. Waktu itu, Maggie bersekolah di SD Charlevoix di sebuah kota kecil Charlevoix, Michigan.

Surat tersebut ditulis Maggie sebagai rasa simpatinya kepada anak-anak Aceh yang sedang berduka karena bencana tsunami. Namun, karena tidak tahu kepada siapa surat itu ditujukan, akhirnya sekolahnya mengirim surat itu ke Gedung Putih. Beginilah isi surat yang ditulis Maggie…

Hi, I hope your family and friends are okay. In church, I pray for you and your country. In school, we are raising money for your country. We have a loose change bucket and kids bring money in. also, we are making tsunami bracelets to raise money too. I have made for you one. I hope you like it. I will continue praying for you and your country in church. Your friend, Maggie.

Surat Maggie dari Gedung Putih, lalu dibawa ke Istana Merdeka di Jakarta. Selanjutnya, Presiden SBY minta surat itu diberikan kepada anak-anak pengungsi di Aceh dan berharap mudah-mudahan salah satu di antara anak-anak Aceh dapat membalas surat Maggie.

Surat Maggie itu mendapat jawaban dari seorang anak yang selamat dari bencana tsunami. Anak itu bernama Nada Luthfiyyah, yang telah menjadi yatim-piatu karena ayah, ibu, adik, dan saudaranya tiada karena bencana tsunami. Nada juga mengirim ikat rambut yang disertakan dalam surat itu.

Beginilah surat balasan Nada untuk Maggie…

Temanku yang baik, apa kabar? Namaku Nada Luthfiyyah. Aku sangat gembira dan hatiku sangat terharu menerima surat yang kamu kirim kepada kami. Keluargaku, ayah, ibu, kakak, dan adikku sudah tiada, dan sekarang aku tinggal bersama saudara. Aku sangat bersyukur atas semua perhatianmu di sana kepada kami. Aku berharap gelang yang kamu kirimkan akan segera sampai beberapa hari ini. Aku ingin segera memakainya agar aku selalu ingat kalau aku masih punya seorang teman.

Surat balasan yang dititipkan melalui Presiden SBY itu tidak langsung dikirim. Sebelum diserahkan langsung kepada Maggie oleh Dubes Indonesia di AS, surat itu dibacakan presiden SBY pada acara The Asia-Pacific American Heritage Event, di Gedung Putih, Amerika Serikat, tanggal 25 Mei 2005. Berikut pidato Presiden SBY pada saat itu.

These two letters are extraordinary both on the words they conveyed and in the fact that two youngsters from entirely different backgrounds made a connection.

An American girl who prays at church, collect loose change and make bracelets for tsunami kids two oceans away. An Indonesian Muslim girl who lost all her family and wants to kill the pain and is eager just to be a kid again, just like Maggie.

I think the world would be a better place if all of us start to have connections and conversations the way Maggie and Nada did.

Tentu saja kisah persahabatan kedua anak ini langsung menjadi perhatian dunia. Persahabatan mereka bisa menjadi contoh bahwa perbedaan agama, bahasa, dan bangsa bukanlah menjadi penghalang untuk bersahabat.

Pertengahan Agustus lalu, Maggie dan Nada bertemu pertama kali di Jakarta. Ya, mereka sama-sama diundang oleh Presiden SBY untuk menghadiri upacara peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI ke-63 di Istana Merdeka, Jakarta.

Dari Jakarta, Nada lalu mengajak Maggie ke Aceh untuk menemui teman-temannya di SMP 7 Banda Aceh. Maggie mengaku sangat senang bisa ke Aceh.

“Saya senang sekali bisa ke Aceh dan bertemu Nada serta teman-teman. Sekarang, saya menganggap Aceh sebagai kampung halaman kedua setelah Michigan,” kata Maggie.

Sumber:
– Majalah Bobo, Edisi 32
Dino Patti Djalal. Harus Bisa! Seni Memimpin a la SBY. Jilid I. [Jakarta]: Red & White Publishing, 2009.

Links:
Sekali Merdeka Tetap Membaca

One thought on “Antara Aceh dan Michigan

  1. NUMPANG INFO YA BOS… bila tidak berkenan silakan dihapus:-)

    LOWONGAN KERJA GAJI RP 3 JUTA HINGGA 15 JUTA PER MINGGU

    1. Perusahaan ODAP (Online Based Data Assignment Program)
    2. Membutuhkan 200 Karyawan Untuk Semua Golongan Individu yang memilki koneksi internet. Dapat dikerjakan dirumah, disekolah, atau dikantor
    3. Dengan penawaran GAJI POKOK 2 JUTA/Bulan Dan Potensi penghasilan hingga Rp3 Juta sampai Rp15 Juta/Minggu.
    4. Jenis Pekerjaan ENTRY DATA(memasukkan data) per data Rp10rb rupiah, bila anda sanggup mengentry hingga 50 data perhari berarti nilai GAJI anda Rp10rbx50=Rp500rb/HARI, bila dalam 1bulan=Rp500rbx30hari=Rp15Juta/bulan
    5. Kami berikan langsung 200ribu didepan untuk menambah semangat kerja anda
    6. Kirim nama lengkap anda & alamat Email anda MELALUI WEBSITE Kami, info dan petunjuk kerja selengkapnya kami kirim via Email >> https://lowonganterbaik.wordpress.com/

    Like

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s