Komitmen

Mahatma Gandhi mengisi seluruh hidupnya dengan komitmen untuk membebaskan India dari dominasi kolonial. Gandhi menetapkan syarat sangat spesifik untuk memenuhi komitmen itu. Salah satunya adalah perjuangan meraih kebebasan harus dilakukan tanpa kekerasan, yang dituntun oleh satyagraha (kata dalam bahasa Hindi yang berarti “merebut kebenaran”) atau perlawanan pasif.

Semua tindakannya berhubungan dengan komitmen itu, dan ia membuat permintaan besar –kepada pemerintah Inggris dan juga orang-orang sebangsanya. Salah satu permintaan itu berubah menjadi pertaruhan terbesar Gandhi –dan nyaris membuatnya kehilangan nyawa. Pada tahun 1932, dalam usia 63 tahun, ia memutuskan untuk berpuasa: hal yang sebanding dengan permintaan orang-orang sebangsanya untuk mengakhiri perang sipil yang berkobar di antara mereka.

Gandhi pun melemah dari hari ke hari. Para dokter khawatir ia akan segera meninggal karena pertempuran terus berkecamuk di seluruh wilayah India. Akhirnya, saat kematian Gandhi telah begitu dekat, Pyarelal Nayar, pembantunya, bergega memasuki kediaman Gandhi untuk menyampaikan pesan penting: pihak-pihak yang berperang telah menandatangani kesepakatan perdamaian. Di hadapan Gandhi, Nayar menunjukkan janji tertulis untuk memulihkan “perdamaian, keharmonisan, dan persaudaraan di antara kelompok-kelompok masyarakat.”

Setelah menghela napas puas, Gandhi bertanya apakah semua pemimpin kota sudah menandatanganinya. Dengan ragu Nayar mengakui bahwa masih ada dua tanda tangan yang kurang, yaitu dua pihak yang saling bermusuhan kuat. Pembantu itu meyakinkan Gandhi bahwa mereka akan menandatangani keesokan harinya. Gandhi menggelengkan kepala.

“Tidak,” gumamnya, “tidak boleh ada yang dilakukan dengan tergesa-gesa. Saya tidak akan menghentikan puasa sebelum hati yang paling keras meleleh.”

Nayar menerima permintaan Gandhi, kedua pemimpin menandatangani kesepakatan hari itu juga, pertempuran dihentikan, dan Gandhi pun mengakhiri puasanya. Ia telah mempertaruhkan nyawa demi permintaan besar: diakhirinya kekerasan di India tanpa syarat.

From: Thomas D. Zweifel. Communicate or die. Jakarta: Gramedia, 2007

Integritas Gandhi

One thought on “Komitmen

  1. Pingback: Entrepreneur Sosial India « Boneka Ketujuh

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s