Integritas

Suatu kali, seorang ibu melakukan perjalanan berhari-hari –dengan kereta api, dengan rickshaw, dengan bus, dan dengan berjalan kaki — untuk membawa anak laki-lakinya yang masih kecil kepada Mahatma Gandhi. Ia memohon, “Saya mohon, Mahatma. Suruhlah anak saya berhenti makan gula.”

Gandhi terdiam sesaat. Kemudian ia berkata, “Bawa anak itu ke sini dua minggu lagi.” Perempuan itu bingung, tapi berterima kasih kepada Gandhi dan mengatakan bahwa ia akan melakukan apa yang telah Gandhi katakan. Perempuan itu pun kembali ke desanya.

Dua minggu kemudian, ia melakukan seluruh perjalanan itu lagi — dengan kereta api, rickshaw, bus, dan berjalan kaki — dan kembali bersama anaknya. Ketika mereka berdiri di hadapan Gandhi lagi, Gandhi menatap mata anak kecil itu dan berkata, “Berhentilah makan gula.”

Penuh rasa terima kasih sekaligus bingung, perempuan itu bertanya, “Mengapa dulu Anda meminta untuk membawanya kembali kesini dua minggu lagi? Anda bisa mengatakan hal yang sama saat itu.”

Gandhi menjawab, “Dua minggu yang lalu, saya, masih makan gula.”

From: Thomas D. Zweifel. Communicate or die. Jakarta: Gramedia, 2007

2 thoughts on “Integritas

  1. Pingback: Komitmen | Boneka Ketujuh

  2. Pingback: Entrepreneur Sosial India « Boneka Ketujuh

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s