Dan Perangmu pun Usai

Pertama kali saya tahu bahwa menulis itu bisa jadi profesi adalah dari Pak Ismail Marahimin. Dan pertama kali saya tahu bahwa menulis itu perlu aturan-aturan, strategi, tips, trik, seni, kesungguhan dan ketekunan, adalah dari kuliah Penulisan Populer (Penpop) yang diajar oleh beliau.

Penpop ini mata kuliah legendaris dengan dosen yang luar biasa, begitu kira-kira yang saya dengar dari teman saya ketika kami sedang menimbang-nimbang pilihan mata kuliah untuk memasuki semester lima di FIB-UI.

Penpop terdaftar sebagai mata kuliah di Jurusan Sastra Indonesia, namun terbuka juga beberapa kelas untuk siswa-siswa jurusan lain, bahkan fakultas lain.

Katanya nanti isi kuliahnya adalah menulis satu tulisan setiap minggu dan katanya nanti tulisan kita akan “ditelanjangi” satu per satu oleh Sang Dosen yang luar biasa itu. Di depan seisi kelas!

Berani terima tantangan?

Tak pikir panjang saya dan teman saya yang berbakat sebagai informan itu pun mendaftarkan diri ikut kelas menulis itu. Saya bersyukur karena waktu itu saya memilih untuk berani. Karena ini sangat menentukan jalan hidup saya selanjutnya.

Maka itulah dia Sang Dosen. Stelannya sederhana, selalu sederhana. Baju kaos lengan pendek berkerah, topi sporty, celana bahan warna gelap yang agak mengatung sedikit, dan sepatu sandal kulit.

ismail-marahimin
foto dari: helvytr.multiply.com

Ia dengan kacamata yang bertengger di hidung selalu tampak santai dan menikmati pekerjaannya. Karena kerap berekspresis serius, kita jadi tak mudah mengantisipasi cetusan kelakarnya.

Misalnya tiba-tiba dia berteriak, “Merdeka!” ketika memasuki kelas.

Gayanya itu salah satu hal yang membuat saya nyaman berada di kelasnya.

Ya, kami diminta menghasilkan tulisan tiap minggu. Itu pertama kalinya saya tahu bahwa point penting untuk menjadi seorang penulis adalah disiplin.

Dalam usaha memenuhi ‘deadline’ tersebut, banyak rintangannya. Tulisan saya kadang cermerlang kadang payah. Untuk yang cemerlang ini, Pak Ismail akan memberi titik tiga (semacam nilai A), yang kemudian membuat kepercayaan diri saya meningkat. Untuk yang payah, tentu membuat saya merasa dipermalukan karena Bapak Dosen yang satu ini tak ragu-ragu mencerca karya tersebut, seberapapun usaha keras yang telah saya lakukan untuk menyelesaikannya.

Di akhir sesi kuliah, ada pernyataan menggembirakan untuk saya dari Pak Ismail. Beliau bilang, saya ini punya gift. Saya harus terus menulis karena saya berbakat. Lalu saya mendapat nilai A dan senang sekali rasanya.

Dengan semangat, saya teruskan lagi sekuelnya, Penpop II. Kalau yang pertama sesi penulisan fiksi, maka yang ini sesi penulisan artikel, ficer, dan semacamnya. Banjiran kritik saya peroleh semester itu, tapi pada akhirnya nilai saya sekali lagi A. Pesan terakhir beliau pun, “Teruslah menulis.”

Setelah lulus, beberapa kali saya berpapasan dengan Pak Ismail di koridor kampus. Kata sapaannya selalu, “Hey, Anda yang penulis itu kan? Apa kabar? Nggak pulang ke Bali?”

Menyenangkan bahwa beliau masih ingat saya, di antara murid-murid beliau yang banyak. Di situ saya disadarkan bahwa saya adalah penulis, dan yang dikerjakan seorang penulis mestinya adalah menulis! Betapa sia-sianya hidup seorang penulis kalau dia tidak menulis…

Pemahaman itu menggugah saya berkali-kali di kehidupan saya selanjutnya sampai sekarang.

Belakangan saya tahu bahwa itulah cara beliau –yang amat bijaksana– untuk memotivasi anak-anak didiknya agar terus bersemangat menulis.

Helvy Tiana Rosa menulis:

Usai mata kuliah ini berlalu, saya tak mengerti, mengapa setiap kali bertemu di koridor fakultas, ia selalu mengacungkan dua jempolnya pada saya.

Kenapa?

“Mengingatkan Anda untuk terus menulis karena Anda sangat berbakat!”

Lima tahun kemudian, saat buku pertama saya terbit, Pak Marahiminlah yang memberi kata pengantar. “Tentu saja saya selalu ingat pada Anda. Tulisan Anda benar-benar bagus. Ya, sejak dulu saya sudah melihat, Anda sangat berbakat! Jadi jangan berhenti, Helvy!”

Indra J. Piliang mengenang:

Bantuan paling signifikan datang dari mata kuliah Penulisan Populer yang diselenggarakan oleh Jurusan Sastra Inggris FSUI. Pengajarnya adalah sastrawan Ismail Marahimin. Metode pengajarannya unik, yakni para mahasiswa harus menulis satu per minggu yang akan dipresentasikan dan “dibantai” dalam jam-jam pelajaran yang membuat bulu kuduk merinding. Banyak mahasiswa yang hilang di tengah jalan waktu itu, karena takut “dikerjai” oleh sang dosen.

Tetapi, satu hal yang disampaikan oleh Pak Ismail kala itu masih saya ingat. “Kalau anda lulus mata kuliah ini, itulah modal hidup anda!”

Ada rasa kehilangan yang begitu besar ketika akhir Desember lalu saya mendengar berita bahwa Pak Ismail telah tiada.

Dan perangmu pun usai, Pak… Selamat jalan…

and-the-war-is-over

Please visit: Ismail Marahimin (Facebook FanPage)

4 thoughts on “Dan Perangmu pun Usai

  1. Pingback: Kuliah Paling Seru, Inspiratif dan Imajinatif | Boneka Ketujuh

  2. Belum pernah bertemu dgn beliau alm, kalau baca ceritanya, inspiring sekali yaa, beruntung sekali dirimu pernah jadi muridnya.. Btw, baca ini bikin terharu :’)

    Like

  3. Saya juga ikut mata kuliah beliau . Saya suka dengan suara lantangnya, dan mata kuliah yang selalu singkat. Absen pun tidak masalah yang penting meet the deadline. Saya ingat beliau pernah berkata , ” Kamu mahir menulis !”. Membaca kesan dan pesan teman-teman tentang Pak Is, ternyata beliau senang memberikan motivasi kepada mahasiswa. Suatu hal yang tidak terlalu sering terjadi jaman 90-an dulu. Dan kalau cerpen kita diminta oleh beliau, rasanya bangga sekali ! Karena beliau saya jadi tahu seluk beluk penggunaan tata bahasa yang baik untuk penulisan. Terimakasih Pak Ismail MArahimin.

    Liked by 1 person

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s