Infected

Baru aja lepas dari penyakit Herpes Zoster.

Penyakit aneh pertamaku (semoga gak ada yang kedua). Selama ini kan paling cuma flu. Diiringi pilek, batuk, dan demam. Bolak-balik di situ.

Sekarang tiba-tiba Herpes. Terdengar mengerikan.

Jadi awalnya muncul bintik-bintik merah berair di bagian pinggang sebelah kiri. awalnya cuma sekitar 8-10 bintik berkelompok. Yang perih kalau tersentuh. saat itu dibarengi dengan badan panas alias demam.

Kirain itu dua penyakit terpisah: demam akibat kecapean, dan gatal-gatal yang mungkin karena semut atau binatang lain. Asumsi yang kusesali sampai sekarang adalah bahwa kedua penyakit ‘ringan’ itu akan sembuh seiring waktu. Jadi, tak usah dipedulikan.

Wrong act, pal. Mestinya aku periksa ke dokter sesegera mungkin. Karena ternyata setelah dua hari diabaikan, bintik-bintiknya bertambah sampai setengah lingkaran pinggang, dan rasanya mengganggu dan menyakitkan, dan demam pun tak kunjung turun sehingga badan jadinya gak nyaman sehari semalam.

Akhirnya ke dokter.

“Sakit apa?”

“Ini… gatal-gatal, Dok,” kata aku sambil menunjukkan area bermasalah itu.

Dan itu pertama kalinya dokterku tampak gusar (biasanya profesi membuat mereka selalu tenang menanggapi apapun, bukan?!).

“Ini bukan gatal-gatal! Ini penyakit! Herpes!” serunya dengan sedikit panik. Langsung dia mengambil salep dan serta merta mengolesinya di pinggangku. “Ini bahaya karena cepat sekali menyebarnya. Kalau sudah sampai satu lingkaran penuh… bahaya! harus diopname.”

“Penyebabnya apa, Dok?”

“Virus. Dan ini akan kambuh lagi kalau daya tahan tubuh menurun.”

“Ada obat yang ampuh, Dok?”

“Ini sudah terinfeksi. Kuncinya istirahat total. Obat apapun gak mempan kalau kamu nggak istirahat. Ini harus rajin diobati ya. Kamu berpacu dengan waktu,” maka dua minggu berikutnya aku pun menelan Asiklovir 5-6 kali sehari, dan beberapa vitamin 3 kali sehari.

Setelah ini, rasanya perlu juga imunisasi.

Beberapa orang di sekitar bilang ini dia serangan “naga” yang mematikan. Disebut naga karena paling sering menyerang bagian lingkar pinggang dengan liuk-liuk seperti ular naga. Merah, panas, dan mengerikan. Menular pula.

Penyebarannya biasanya cuma di salah satu lokasi jaringan syaraf. Virusnya jenis yang sama dengan penyakit cacar, yaitu varicella-zoster, jadi kadang juga disebut “cacar ular.” Kalau menular ke anak kecil atau ke orang yang belum pernah cacar air, maka dia akan terkena cacar air.

Jeleknya, walaupun bekas-bekas di kulit sudah hilang, masih ada kemungkinan penyakit pasca-herpes, yang artinya masih akan ada rasa sakit di bagian jaringan syaraf yang terinfeksi.

Semacam itulah.

Aku harus hidup lebih beradab nih. Makan dan istirahat yang cukup. Pikiran lebih santai. Jiwa lebih tenang.

PS: and when you call me… then it’s not so bad… it’s not so bad…🙂

2 thoughts on “Infected

  1. Pingback: Serangan Dispepsia | Boneka Ketujuh

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s