Tragedi Akihabara

Apa ya yang ada di pikiran Tomohiro Kato?

Kompas bilang dia bosan hidup.

Media Indonesia bilang dia frustrasi dengan masalah dunia, dan heran karena orang-orang tidak merasakan yang dia rasakan.

Detikinet bilang dia cari sensasi. Dia bahkan mengumumkan di internet sebelumnya bahwa dia akan menabrakkan truknya, dan menusuk orang-orang yang lewat di jalanan itu dengan pisau.

Dan teman saya, Surya (biasa dipanggil Aa Sur), yang bermukim di kota yang tak jauh dari lokasi, bilang, “Itulah orang yang kehilangan guidance hidup… tidak percaya life after death….”

Lalu mengapa Akihabara?

Bisa jadi karena kehidupan orang Jepang berdenyut kencang di sini. Segala anime, manga, doujinshi, perangkat komputer dan elektronik konon tumpah ruah di sini. Surganya para Otaku.

Dan Tomohiro Kato sudah bosan. Inilah pernyataan kebosanannya. Dia juga frustrasi dan ingin berbagi dengan semua orang mengenai perasaannya. Karena itu dia perlu membunuh begitu saja, sedikitnya tujuh orang yang sedang ingin shopping di Akihabara.

Barangkali itu semacam demonstrasi untuk menghentikan orang-orang shopping di sana?

Saya sangat menyayangkan hal ini. Kalau dia bosan dengan video games, komik, dan dunia maya, mengapa dia tidak mencoba hutan di Kalimantan atau pantai di Bali?

Mudah-mudahan sekarang dia tidak begitu bosan di penjara.

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s