Boneka Ketujuh

Maret 1, 2009

Ordinary Miracles

Diarsipkan di bawah: musik — Tag: — bonekarusia @ 8:41 pm

Pertama saya dengar lagu ini lebih dari 10 tahun yang lalu. Tapi spiritnya masih terasa sampai sekarang. Cara Barbra menyanyikannya, masih terngiang anggunnya.

Tapi waktu itu saya SMP. Pemahaman tentang lirik lagu ini tentu berubah sekarang.

Change can come on tiptoe
Love is where it starts
It resides, often hides
Deep within our hearts

Yep. Yep. Perubahan datang tanpa aba-aba. Dan perubahan dimulai dari cinta dari lubuk hati. Hmmm…

And just as
Pebbles make a mountain,
Raindrops make a sea,
One day at a time
Change begins with you and me

Perubahan adalah ketika orang biasa melakukan hal-hal yang luar biasa, kata Obama.

Ordinary miracles
Happen all around,
Just by giving and receiving
Comes belonging and believing

Keajaiban terjadi setiap hari, begitu tesisnya. Hanya dengan memberi dan menerima, maka akan tercipta rasa memiliki dan rasa percaya. Wooh. Dan rasa memiliki dan rasa percaya adalah semacam ‘keajaiban yang biasa’, right Barbra??

Every sun that rises
Never rose before,
Each new day leads the way
Through a different door

Selalu ada jalan baru. Cara baru. Kesempatan baru. Setiap hari.

And we can all be quiet heroes
Living quiet days,
Walking through the world
Changing it in quiet ways

Lllove it! Membuat perubahan tanpa banyak cincong adalah hal yang mesti banyak dipelajari sama politisi-politisi Indonesia saat ini… Let’s be quiet heroes! Yes we can, hehe…

Ordinary miracles
Like candles in the dark,
Each and every one of us
Lights a spark

Kita semua jadi lilin… terang banget pasti jadinya…

And the walls can tumble
And the mountains can move,
The winds and the tide can turn

Hanya dengan kita semua jadi lilin, dunia ini seperti diterangi matahari… wooh…

Yes, ordinary miracles
One for every star,
No lightning bolt or
clap or thunder
Only joy and quiet wonder,
Endless possibilities
Right before our eyes,
Oh, see the way a
miracle multiplies

Can u see it? only joy and quiet wonder… sementara keajaiban terus terjadi… berkali lipat… endless possibilities…

Now hope can spring eternally
Just plant it and it grows,
Love is all that’s necessary
Love, in its extraordinary way,
Makes ordinary miracles
Every blessed day.

Tanam aja harapan, nanti tumbuh, katanya.

Jadi kesimpulannya: diam-diam aja, lakukan perubahan, nyalain lilin, dan tanam harapan! That’s ordinary miracles…

Lagu yang hebat.

Agustus 31, 2008

Two Hundred Degrees!! (Out of Control)

Diarsipkan di bawah: musik — Tag:, — bonekarusia @ 2:09 pm

Tonight… I’m gonna have myself a real good time
I feel alive…

And the world, I’ll turn it inside out yeah
I’m floating around in ecstasy
So…

Lagu paling sexy yang pernah aku denger. Freddie Mercury rocks!!

Don’t stop me now…
Don’t stop me
’cause I’m having a good time…
Having a good time…!

Pernah kan merasakan energi ini? Rasa yang meluap-luap, adrenalin yang meningkat deras, antusiasme yang menggila.

I’m a shooting star leaping through the sky
Like a tiger defying the laws of gravity
I’m a racing car passing by like Lady Godiva
I’m gonna go go go there’s no stopping me…
I’m burning through the sky yea
Two hundred degrees that’s why they call me Mr. Fahrenheit
I’m travelling at the speed of light
I wanna make a supersonic man out of you!

Melesat. Cepat. Panas. Rasanya ‘Aku pemilik seluruh dunia’ dan ‘Aku bisa melakukan apa saja!’. And i wanna make a supersonic man out of you! Huo!

Don’t stop me now
I’m having such a good time
I’m having a ball
Don’t stop me now
If you wanna have a good time
Just give me a call
Don’t stop me now
’cause I’m having a good time
Don’t stop me now
Yes I’m having a good time
I don’t wanna stop at all

Sebenarnya nggak ada permintaan di sini. Nggak ada yang bisa menghentikan juga kalo lagi kayak gini. Overgoes. Over me. Over you.

I’m a rocket ship on my way to Mars
On a collision course
I am a satellite
I’m out of control
I’m a sex machine ready to reload
Like an atom bomb about to oh oh oh oh oh explode!
I’m burning through the sky yeah
Two hundred degrees that’s why they call me Mr. Fahrenheit
I’m travelling at the speed of light
I wanna make a supersonic woman of you!

Haha! Aku suka jadi out of control. Being a supersonic woman.

Singin ‘It’s my life and its now or never!’

Singin ‘Take my hand, we’ll make it i swear!’

Coz i’m havin a good time… havin a good time!!

Juni 10, 2008

Sang Penghibur

Diarsipkan di bawah: musik — Tag:, — bonekarusia @ 2:01 pm

Karena ini adalah blog kebanyakan, maka saya juga akan mereview lirik-lirik lagu. Kali ini yang menjadi sasaran adalah Padi! yeyy…!

Setiap perkataan yang menjatuhkan
Tak lagi kudengar dengan sungguh
Juga tutur kata yang mencela
Tak lagi kucerna dalam jiwa

Well, since they say so… let’s go on…

Aku bukanlah seorang yang mengerti
Tentang kelihaian membaca hati
Ku hanya pemimpi kecil yang berangan
Tuk merubah nasibnya

(Yah, saya juga gak pandai membaca lirik. Lirik lagu sang Penghibur ini saya antara ngerti dan enggak maksudnya. Tapi di situ letak kemenarikannya. Kalo terlalu mudah akan cepat bosen, dan sebaliknya kalo terlalu sulit, jadi jatoh ke ‘meaningless.’ Jadi yah… yang ‘in between’ ini ok buat saya.)

Saya lagi berpikir-pikir, mengapa ‘pemimpi kecil yang berangan merubah nasib’ perlu mengatakan bahwa dia ‘tidak lihai membaca hati’. Hati siapa yang mau dia baca?

Apakah hati orang HRD yang ingin dibaca oleh seorang pelamar kerja?

Atau hati pembeli produk kesehatan yang ingin dibaca seorang sales?

Atau hati masyarakat yang ingin dibaca seorang calon presiden?

Saya agak bingung.

Ngomong-ngomong, Mas Piyu, gimana kalo kata ‘merubah’ diganti ‘mengubah’? ya… cuma inget pelajaran KBI aja sih…

Oh.. bukankah ku pernah melihat bintang
Senyum menghiasi sang malam
Yang berkilau bagai permata
Menghibur yang lelah jiwanya, yang sedih hatinya
Yang lelah jiwanya, yang sedih hatinya

Harus saya akui refrain ini membuat saya sedikit tergetar waktu pertama kali mendengar nadanya. Waktu itu saya nggak ngeh liriknya, tapi nadanya aja udah cukup berjiwa. Ini lagu buat orang-orang yang frustrasi dan pengen teriak-teriak biar puas. Pengen menghibur diri. Pengen terhibur.

Mungkin sudah satu bulan dan si pelamar kerja belum juga ditelpon lagi.

Mungkin sudah pembeli ke lima puluh yang menolak membeli produk kesehatan yang dibawa sales itu.

Mungkin gosip-gosip yang beredar di TV membuat pamor sang politisi jatuh.

Mereka perlu sang penghibur.

Kugerakkan langkah kaki
Dimana cinta akan bertumbuh
Kulayangkan jauh mata memandang
Tuk melanjutkan mimpi yang terputus

Masih kucoba mengejar rinduku
Meski peluh membasahi tanah
Lelah, penat tak menghalangiku
Menemukan bahagia

Jelas pengarangnya nggak terjebak dengan rima. Nggak pusing-pusing memikirkan suku kata yang enak didengar. Dia cuma fokus ke makna (maap-maap aja kalo ada yang kurang setuju, karena saya juga nggak pernah masuk kelas pengkajian puisi). Tapi yang jelas, lirik yang lugas ini terasa jujur.

Oh.. bukankah ku bisa melihat bintang
Senyum menghiasi sang malam
Yang berkilau bagai permata
Menghibur yang lelah jiwanya…

Nah, kalo diperhatiin, kali ini dia pake kata “bisa” (melihat bintang). Kalo refrain yang pertama tadi kan “pernah” (melihat bintang). Ini menarik. Hampir nggak ngerti maksudnya. Permainan kecil terhadap kata. Bravo Piyu.

Bukankah hidup ada perhentian
Tak harus kencang terus berlari
Kuhelakan nafas panjang
Tuk siap berlari kembali…berlari kembali
Melangkahkan kaki…menuju cahaya

Lelah.. ingin istirahat sebentar.. tapi harus lanjut lagi..

Kalo versi Letto: “Kalau kau ingin berhenti, ingat tuk mulai lagi.”

Hehe, saya selalu suka lirik semacam ini. Memberi excuse buat saya untuk berhenti sejenak setiap saya mau.

(Bagai bintang yang bersinar, menghibur yang lelah jiwanya
Bagai bintang yang berpijar, menghibur yang sedih hatinya)

Dan ini akhirnya. sang Penghibur adalah bintang-bintang di langit malam.

Kesimpulannya, jika Anda adalah pelamar kerja itu, sales itu, politisi itu, majulah terus, jangan pedulikan apa kata orang. Kalau lelah, pulanglah. Beri jeda untuk diri Anda. Lihatlah bintang di langit. Mereka siap menghibur.

PS: Hormat saya buat Fadly yang sudah menyanyikan lagu ini dengan sangat baik. Sampe sekarang saya masih susah untuk tidak fals menyanyikannya. Nada-nadanya aneh sekali. Saya bukan pendengar setia Padi, jadi barangkali itu memang nada-nada khas mereka. Tapi bagaimanapun, lagu ini bagus, buat saya.

Blog pada WordPress.com.