Boneka Ketujuh

Mei 30, 2008

Miss Indonesia dan Inkonsistensi

Diarsipkan di bawah: coffee time — Tag: — bonekarusia @ 5:21 pm

Di sebuah panggung final kontes kecantikan…

“Gambarkan diri Anda dalam satu kata!” tantang Tantowi Yahya.

“Empat kata,” jawab perempuan semampai itu dengan nada tegas sambil melekukkan tubuhnya dengan pose berkacak pinggang. “M-I-S-S. Manner, Impressive, Smart, Social.”

Tepuk tangan pun bergemuruh.

“Anda yakin memenuhi semua itu?”

“Yakin,” angguknya pasti.

Itulah jawaban seorang finalis Miss Indonesia yang saya tonton dengan menganga di TV beberapa minggu lalu. Sangat percaya diri. Sangat optimis. Sangat mengesankan.

(Yang mengganggu hanyalah pose berkacak pinggang itu yang ditampilkan oleh setiap tubuh di setiap kesempatan. Entah apa tujuannya, yang jelas lebih terlihat ‘unnatural’ (baca: maksa) di mata saya ketimbang ‘elegan’).

Posting ini tak hendak mengimplisitkan reaksi sinis atau sarkastis dari saya yang senantiasa iri dengan kecantikan mereka. Posting ini cuma mau membahas mengenai keyakinan kita soal karakter diri.

Pertanyaan klasik yang sudah ditanyakan manusia selama ribuan tahun pun akan saya ulangi di blog ini.

“Siapakah saya?”

Seorang ’sahabat’ (hm, ini pilihan kata yang kurang tepat sebenarnya karena posisinya tidak tepat seperti itu) di masa lalu pernah bilang kalau dia paling tidak bisa menjawab kalau ditanya seperti Miss Indonesia di atas. Karena dia merasa selalu berubah-ubah. Kadang pemberani, kadang penakut. Kadang pintar, kadang bodoh. Kadang pemalu, kadang cuek. Kadang sopan, kadang kurang ajar. Begitulah kira-kira.

Jadi, akan lebih aman baginya kalau menjawab satu kata: inkonsistensi.

Itulah gambaran kepribadian satu-satunya yang konsisten baginya.

Tapi ada pula nasehat yang saya dengar berkali-kali dari para motivator, bahwa kalau kita menginginkan sebuah kepribadian, maka berpura-puralah seolah-olah kita sudah memiliki kepribadian itu.

Jadi, kalau saya ingin punya kepribadian ‘rendah hati’ misalnya, maka saya akan berjalan kemana-mana, tersenyum kepada setiap orang, seolah-olah saya tidak pernah berlaku sombong sepanjang hidup saya.

Hm… saya sudah mencobanya. Dan hasilnya, kadang-kadang berhasil, kadang-kadang tidak.

Blog pada WordPress.com.