Boneka Ketujuh

Juni 12, 2009

A Slogan is Not a Policy

Diarsipkan di bawah: coffee time — Tag: — bonekarusia @ 11:16 am

Tak lama lagi kita akan menghadapi lagi pemilu presiden.

Setelah gonjang-ganjing pemilu legislatif yang lalu, kini saatnya bulan tenang bagi rakyat. Setidaknya kepala tak pusing lagi menoleh sana-sini di jalan menimbang-nimbang slogan caleg mana yang paling bijak, atau muka siapa yang paling menjanjikan.

Bagi para elite politik, sebaliknya, tentu ini adalah bulan sibuk. Memikirkan koalisi, kebijakan, program, harapan, dan slogan. Semuanya harus siap ditampilkan kepada rakyat sebelum pemilu presiden.

Untuk mengantisipasi kampanye mereka nanti, ada baiknya bagi kita, rakyat, untuk memahami ini:

A slogan is not a policy.
A wish is not a program.

Jadi janganlah kita memilih berdasarkan slogan-slogan, tetapi lihat lebih dalam apa kebijakan yang dijanjikan oleh para calon pemerintah ini.

Jangan pula kita segera menganggap harapan-harapan, doa-doa, dan keinginan-keinginan yang dilontarkan pada masa kampanye sebagai tindakan yang benar-benar akan mereka laksanakan. Tanyakan atau perhatikan detil program real mereka.

Menciptakan slogan-slogan kreatif dan mempraktekkan kebijakan adalah dua hal yang berbeda.

Februari 1, 2009

Belajar dari Harvest Moon

Diarsipkan di bawah: coffee time — Tag:, — bonekarusia @ 1:31 pm

Tidak banyak game saat ini yang membuat pemainnya merasa terdidik. Walaupun efek ketagihannya sama membahayakannya dengan games2 lain, tapi Harvest Moon menawarkan lebih dari sekadar permainan.

wwonder-life

Game yang satu ini membuka pandangan saya tentang beberapa hal.

Pertama, konsep pertanian terpadu. Di sini tokoh utamanya (yang kita mainkan) berperan sebagai orang yang harus bekerja untuk menghidupi dirinya dari pertanian terpadu yang dikelolanya.

Ia harus bangun pagi-pagi, mencari hasil hutan untuk tambahan uang, kalau uang sudah cukup ia harus membeli bibit untuk ditanam. Ia bangun lagi keesokan harinya dan berkerja menyiram bibit dan begitu terus hingga ia punya uang untuk membeli seekor ayam.

Ketika punya ayam, pengasilan tambahannya adalah dari hasil telur. Dan makin banyak ayamnya, makin besar penghasilannya untuk akhirnya mampu membeli seekor sapi.

Maka kehidupannya bergulir setiap hari dengan bangun pagi, mengurus tanaman, beternak ayam, memerah sapi, memberi makan ikan, juga mengurus kuda dan anjing serta mencari kayu untuk membangun rumah serta kandang. Kesemuanya dilakukannya sendiri.

hmds

Tak lupa kesemua binatang peliharaannya itu diberi nama. Memang dari hasil riset baru2 ini, bahwa sapi yang diberi nama menghasilkan susu lebih banyak daripada yang tidak punya nama.

Pada akhirnya, dalam kurun 2-3 tahun ia dapat menghasilkan tak hanya telur, tapi juga mayones. Tak hanya susu dari sapi perah tapi juga keju dan benang wol dari domba.

Waktu kerja 12 jamnya juga dapat dipergunakan untuk memancing ikan dan menambang. Peralatan kerja diperolehnya dari hasil tambangnya sendiri.

Perilaku produktif tokoh game ini bagi saya sangat mendidik.

Kedua, memanage anggaran. Dengan uang sekian ia dapat membeli bibit sekian, menambah ayam, sapi, atau domba sekian ekor, dan dalam waktu sekian ia akan menghasilkan sekian.

Kita akan berhitung, menjaga diri agar tidak boros sehingga dapat hidup lebih baik lagi. Karena jika uang sudah cukup, ia dapat membuat rumahnya lebih besar lagi, membuat rumah kaca, membeli hadiah-hadiah, membeli peralatan dapur dan sebagainya.

Jika bekerja dengan giat, maka dalam waktu 2-3 tahun ia sudah kaya raya. Dan makin kaya artinya bekerja dengan lebih giat karena makin banyak yang harus dikerjakannya. Kualitasnya sebagai manusia akan meningkat, dan akan dinyatakan mampu untuk bertanggung jawab terhadap orang lain dan menikah.

Ketiga, memanage waktu. Dua belas jam kerjanya harus dimanfaatkan efisien. Semua pekerjaan di atas berpaut dalam sistem kehidupannya yang tak boleh ada yang terlewat.

Kemampuan menetapkan prioritas pun diperlukan. Setiap hari ia dituntut untuk berpikir first thing first dan tidak malas melakukan hal yang meskipun tidak enak tapi harus dilakukan.

Ia tidak boleh malas, tapi juga tak boleh terlalu rajin, karena kalau ia bekerja melebih daya tubuhnya, maka ia akan sakit dan harus dirawat di RS dan itu berarti malah membuang waktu.

Keempat, bersosialisasi. Di tengah kesibukannya bekerja, ia harus sempat bersosialisasi dengan para tetangga. Seluruh sistem kehidupan di desanya sudah berjalan baik dan ia adalah bagian dari sistem itu.

wii_harvest-moon-wii

Di desanya ada pandai besi dan cucunya yang minder, pembuat anggur dan istrinya yang cerewet, scientist, perpustakaan, walikota, polisi, nenek tua yang perlu perhatian, dokter, perawat, pendeta, pemilik kafe, penebang kayu, nelayan, pemilik ranch sapi, pemilik peternakan ayam, pemilik supermarket, pendeta, kurcaci serta beberapa orang asing yang rutin mengunjungi desa ini.

Setiap bulan ada festival2 yang perlu ia ikuti. Dan setiap hari ada saja peristiwa yang terjadi di desanya yang jika ia cukup baik dalam memberi perhatian, akan bertambah kreditnya.

Dan untuk dapat menikah, ia harus sesering mungkin menemui gadis yang diincarnya dan sebanyak mungkin memberinya hadiah. Hehe.

Game ini menawarkan perspektif kehidupan pedesaan yang jarang dijumpai anak-anak sekarang yang hidup di perkotaan.

Alternatif yang baik untuk game liburan sekolah :-)  

Sudah pernah coba?

November 30, 2008

Menulis Menyehatkan Jiwa Raga

Diarsipkan di bawah: coffee time — Tag: — bonekarusia @ 11:36 am

Apa hubungan antara menulis dan kesehatan? Tahun 1990-an, Dr. James W. Pennebaker melakukan penelitian selama 15 tahun tentang pengaruh membuka diri terhadap kesehatan fisik.

Hasil penelitian tersebut, ia tulis dalam buku Opening Up: The Healing Power of Expressing Emotions, bahwa menulis menjernihkan pikiran, menulis mengatasi trauma, menulis membantu mendapatkan dan mengingat informasi baru, menulis membantu memecahkan masalah, dan menulis-bebas membantu kita ketika terpaksa harus menulis.

Fatima Mernissi berpendapat bahwa menulis menyehatkan, bahkan membuat awet muda. Menurutnya, jika kita setiap hari menulis, maka kulit kita menjadi tetap segar. Saat kita bangun, menulis meningkatkan aktivitas sel. Dengan coretan pertama di atas kertas kosong, kantung di bawah mata akan segera lenyap dan kulit akan terasa segar kembali.

Lebih menarik lagi adalah kisah John Mulligan. Selama enam tahun, veteran perang Vietnam ini menjadi gelandangan di North Beach, San Fransisco. Pengalaman berdarah-darah di Vietnam membuatnya trauma. Jiwanya terluka dan hampa. Akan tetapi hidupnya berubah sama sekali setelah ia mengikuti workshop kepenulisan yang diadakan oleh penulis masyhur, Maxine Hong Kingston.

Sepulang dari workshop itu, ia memiliki paradigma baru, perasaan baru, dan kehidupan baru. Ia pun mulai menuliskan semua perasaannya. Ternyata itu membantunya untuk menghilang stress, kekusutan pikiran, dan beban hidupnya. Akhirnya menjadi seorang novelis. Penulis novel Shopping Cart Soldiers itu pun berkata, “Menulis menghindarkan saya dari kegelapan hidup!”

Banyak peneliti yang mendukung pengalaman Mulligan itu: menulis ikhwal peristiwa yang menciptakan stress adalah terapi yang digdaya bagi pikiran dan kejiwaan. “Puluhan studi telah menemukan bukti bahwa banyak orang merasa lebih sehat dan bahagia setelah menuliskan kenangan-kenangan yang traumatis,” kata Dr. James Pennebaker —guru besar psikologi University of Texas. Gagasan di balik risetnya adalah “penerjemahan pengalaman (pahit) ke dalam bahasa akan mengubah cara orang berpikir mengenai pengalaman itu”.

Salah satu studinya yang dipublikasikan dalam Journal of Consulting and Clinical Psychology edisi April 1998, menemukan bukti bahwa sel-sel T-limfosit para mahasiswa menjadi lebih aktif enam pekan setelah mereka menulis peristiwa-peristiwa yang menekan. Suatu indikasi adanya stimulasi sistem kekebalan.

Studi-studi lain menemukan fakta bahwa orang cenderung lebih jarang mengunjungi dokter, bekerja lebih baik dalam tugas sehari-hari, dan memperoleh skor yang lebih tinggi dalam uji psikologi, setelah mengikuti latihan menulis. Di antaranya, sebuah studi yang diterbitkan pada 14 April 1999 dalam Journal of The American Medical Association, memperlihatkan bahwa menulis secara ekspresif mampu meringankan gejala asma dan rheumatoid arthritis.

Nah, jika menulis menyehatkan jiwa-raga, lantas mengapa malas melakukannya? Wallahu a’lam.

Udo Yamin Majdi

(Penulis, Trainer, dan Direktur Word Smart Center Cairo)

November 3, 2008

Reconquista

Diarsipkan di bawah: coffee time — Tag:, — bonekarusia @ 3:16 pm

Beauty, as truth and righteousness, are an antidote for pessimism.”

Mezquita, Cordoba

Mengingat masa lalu adalah menatap ke masa depan. Kecantikan masa lalu tentu menjadi contoh keoptimisan hidup yang menyemangati kita untuk tetap optimis merencanakan masa depan.

Pendahulu telah menanam untuk kita…

Kini kita bertanam untuk pelanjut…


Rahmatan lil ‘Alamin
, Al-Zaytun, Indramayu

Oktober 20, 2008

Infected

Diarsipkan di bawah: coffee time — Tag:, , — bonekarusia @ 7:40 pm

Baru aja lepas dari penyakit Herpes Zoster.

Penyakit aneh pertamaku (semoga gak ada yang kedua). Selama ini kan paling cuma flu. Diiringi pilek, batuk, dan demam. Bolak-balik di situ.

Sekarang tiba-tiba Herpes. Terdengar mengerikan.

Jadi awalnya muncul bintik-bintik merah berair di bagian pinggang sebelah kiri. awalnya cuma sekitar 8-10 bintik berkelompok. Yang perih kalau tersentuh. saat itu dibarengi dengan badan panas alias demam.

Kirain itu dua penyakit terpisah: demam akibat kecapean, dan gatal-gatal yang mungkin karena semut atau binatang lain. Asumsi yang kusesali sampai sekarang adalah bahwa kedua penyakit ‘ringan’ itu akan sembuh seiring waktu. Jadi, tak usah dipedulikan.

Wrong act, pal. Mestinya aku periksa ke dokter sesegera mungkin. Karena ternyata setelah dua hari diabaikan, bintik-bintiknya bertambah sampai setengah lingkaran pinggang, dan rasanya mengganggu dan menyakitkan, dan demam pun tak kunjung turun sehingga badan jadinya gak nyaman sehari semalam.

Akhirnya ke dokter.

“Sakit apa?”

“Ini… gatal-gatal, Dok,” kata aku sambil menunjukkan area bermasalah itu.

Dan itu pertama kalinya dokterku tampak gusar (biasanya profesi membuat mereka selalu tenang menanggapi apapun, bukan?!).

“Ini bukan gatal-gatal! Ini penyakit! Herpes!” serunya dengan sedikit panik. Langsung dia mengambil salep dan serta merta mengolesinya di pinggangku. “Ini bahaya karena cepat sekali menyebarnya. Kalau sudah sampai satu lingkaran penuh… bahaya! harus diopname.”

“Penyebabnya apa, Dok?”

“Virus. Dan ini akan kambuh lagi kalau daya tahan tubuh menurun.”

“Ada obat yang ampuh, Dok?”

“Ini sudah terinfeksi. Kuncinya istirahat total. Obat apapun gak mempan kalau kamu nggak istirahat. Ini harus rajin diobati ya. Kamu berpacu dengan waktu,” maka dua minggu berikutnya aku pun menelan Asiklovir 5-6 kali sehari, dan beberapa vitamin 3 kali sehari.

Setelah ini, rasanya perlu juga imunisasi.

Beberapa orang di sekitar bilang ini dia serangan “naga” yang mematikan. Disebut naga karena paling sering menyerang bagian lingkar pinggang dengan liuk-liuk seperti ular naga. Merah, panas, dan mengerikan. Menular pula.

Penyebarannya biasanya cuma di salah satu lokasi jaringan syaraf. Virusnya jenis yang sama dengan penyakit cacar, yaitu varicella-zoster, jadi kadang juga disebut “cacar ular.” Kalau menular ke anak kecil atau ke orang yang belum pernah cacar air, maka dia akan terkena cacar air.

Jeleknya, walaupun bekas-bekas di kulit sudah hilang, masih ada kemungkinan penyakit pasca-herpes, yang artinya masih akan ada rasa sakit di bagian jaringan syaraf yang terinfeksi.

Semacam itulah.

Aku harus hidup lebih beradab nih. Makan dan istirahat yang cukup. Pikiran lebih santai. Jiwa lebih tenang.

PS: and when you call me… then it’s not so bad… it’s not so bad… :)

Juli 29, 2008

Perdana Menteri Naik Taxi

Diarsipkan di bawah: coffee time — Tag:, — bonekarusia @ 3:23 pm

Winston Churchill, Perdana Menteri Inggris sedang akan berangkat menuju alun-alun, tempat ia akan berpidato. Karena sesuatu hal ia tidak dapat menggunakan mobil pribadinya. Ia terpaksa harus menyetop taxi untuk menuju kesana.
Ketika melambai pada taxi yang lewat, supir taxi itu berhenti dan berteriak padanya, “Maaf Pak, saya tidak ambil penumpang sekarang. Saya mau pergi ke alun-alun mendengarkan pidato Sir Winston Churchill,” rupanya sang supir taxi tidak mengenali Perdana Menterinya itu karena pada zaman itu belum banyak warga yang memiliki televisi.
Saking terharunya dengan kesetiaan supir taxi itu, rela tidak bekerja untuk mendengarkan ia pidato, sang Perdana Menteri mengeluarkan dompetnya dan mengeluarkan segepok uang untuk diberikan kepada si supir taxi, sebagai penghargaan.
Maka dengan wajah yang berseri-seri, sang supir pun berkata, “Ya sudah, naiklah Pak. Persetan sama si Winston Churchill!”

Supir jadi Ilmuwan

Diarsipkan di bawah: coffee time — Tag:, — bonekarusia @ 3:23 pm

Seorang ilmuwan baru saja menciptakan teori brilyan. Dia lalu mengadakan presentasi ke seluruh universitas yang ada di negaranya. Agar lancar dalam menjelaskan teorinya itu, ia selalu berlatih di mobilnya setiap kali menuju ke suatu universitas. Sampai-sampai supirnya pun hafal dengan materi presentasinya.

Pada suatu hari ilmuwan itu mengatakan pada supirnya bahwa ia sebenarnya sangat lelah untuk memberikan presentasi.
“Kalau begitu, untuk presentasi di universitas yang berikut, biar saya saja Pak yang menyamar menjadi Bapak. Saya toh sudah hafal materinya,” kata supirnya memberi usul.
“Oke, boleh juga. Ayo kita bertukar pakaian,” maka jadilah sang supir mengenakan jas sang ilmuwan, sementara si ilmuwan mengenakan seragam supirnya.
Presentasi sang ilmuwan gadungan berjalan lancar. Namun tak disangka-sangka ada seorang mahasiswa yang sangat cerdas menanyakan sesuatu yang sama sekali tidak dimengerti oleh sang supir.
Setelah berpikir selama beberapa detik, supir itu pun tertawa terbahak-bahak di depan kelas. Dia berkata kepada mahasiswa yang bertanya, “Saya kaget mahasiswa di universitas ternama di kota ini malah menanyakan hal yang setingkat dengan pertanyaan anak SD! Kalau pertanyaan semacam itu sih, supir saya juga bisa menjawabnya. Biar saya panggil supir saya kesini sekarang.“
Mahasiswa cerdas itu kontan merah padam mukanya.

Kaset Siapa

Diarsipkan di bawah: coffee time — Tag:, — bonekarusia @ 3:14 pm

Seorang wanita penumpang mikrolet sedang asyik mendengarkan lagu-lagu yang diputar di mikrolet tersebut. Wanita itu penasaran album grup band apakah lagu-lagu tersebut, karena dia merasa familiar dengan suara vokalisnya. Dia lalu bertanya kepada penumpang mikrolet yang duduk di sebelahnya, tapi tidak ada yang tahu.

Akhirnya ketika tiba waktunya turun, sambil membayar ongkos wanita itu bertanya kepada sang supir,
“Bang, ini kasetnya siapa ya?”
Supir itu menjawab dengan nada tersinggung, “Kaset saya, Mbak!”

Juli 5, 2008

Mengapa Saya Menulis

Diarsipkan di bawah: coffee time — Tag: — bonekarusia @ 2:40 pm

George Orwell bilang, ada empat macam dorongan utama yang menggerakkan orang untuk menulis, setidak-tidaknya kalau menulis prosa, yaitu:

1. Kepentingan diri sendiri semata-mata.

Keinginan dianggap pintar, dibicarakan orang sesudah mati, membalas dendam terhadap mereka yang meremehkan kita semasa remaja, dsb. Tetapi ada pula sekelompok kecil orang yang berbakat dan berkemauan keras dan bertekad menjalankan kehidupan mereka sendiri sampai terakhir. (Maksudnya mungkin orang-orang ini menulis ya karena tekad mau menulis! Dan Orwell merasa dia termasuk yang ini).

2. Kegairahan estetika.

Kemauan melihat keindahan di dunia luar, atau dalam kata-kata dan rangkaiannya yang tertentu. Kenikmatan dalam jaringan suatu bunyi dengan bunyi lainnya, dalam kekuatan suatu prosa yang baik atau ritme dari sebuah cerita yang baik.

Keinginan berbagi dengan orang lain atau penghayatan atas pengalaman yang dipandang seseorang bernilai dan tidak patut dibiarkan berlalu begitu saja.

3. Dorongan sejarah.

Keinginan melihat segala sesuatu sebagaimana adanya. Mencari fakta yang sesungguhnya, dan menyimpannya untuk kepentingan generasi mendatang.

4. Tujuan politik — “politik” dalam arti seluas-luasnya.

Keinginan mendorong dunia ke suatu arah tertentu, mengubah pandangan orang lain mengenai macam masyarakat yang seharusnya mereka kejar dan bentuk.

George Orwell juga bilang:

“…saya lihat ada kesan seolah-olah jika saya menulis, itu terdorong sepenuhnya oleh keinginan mengabdi pada kepentingan umum. Saya tidak ingin orang mendapat kesan ini.”

“Semua penulis ingin dipuji, mementingkan diri sendiri dan malas, dan di lapis terbawah dorongan-dorongan mereka adalah misteri.”

“Menulis buku adalah pekerjaan yang tidak menyenangkan dan melelahkan, seperti pergumulan panjang dengan suatu penyakit ganas. Orang jangan sekali-kali terjun ke bidang ini, kalau tidak didorong semacam dorongan setan yang tidak dapat ditolak ataupun dipahami.”

 

Referensi:

George Orwell. “Mengapa Saya Menulis.” Mereka yang Tertindas. Jakarta: YOI, 1990.

Juni 10, 2008

Tragedi Akihabara

Diarsipkan di bawah: coffee time — Tag: — bonekarusia @ 3:20 pm

Apa ya yang ada di pikiran Tomohiro Kato?

Kompas bilang dia bosan hidup.

Media Indonesia bilang dia frustrasi dengan masalah dunia, dan heran karena orang-orang tidak merasakan yang dia rasakan.

Detikinet bilang dia cari sensasi. Dia bahkan mengumumkan di internet sebelumnya bahwa dia akan menabrakkan truknya, dan menusuk orang-orang yang lewat di jalanan itu dengan pisau.

Dan teman saya, Surya (biasa dipanggil Aa Sur), yang bermukim di kota yang tak jauh dari lokasi, bilang, “Itulah orang yang kehilangan guidance hidup… tidak percaya life after death….”

Lalu mengapa Akihabara?

Bisa jadi karena kehidupan orang Jepang berdenyut kencang di sini. Segala anime, manga, doujinshi, perangkat komputer dan elektronik konon tumpah ruah di sini. Surganya para Otaku.

Dan Tomohiro Kato sudah bosan. Inilah pernyataan kebosanannya. Dia juga frustrasi dan ingin berbagi dengan semua orang mengenai perasaannya. Karena itu dia perlu membunuh begitu saja, sedikitnya tujuh orang yang sedang ingin shopping di Akihabara.

Barangkali itu semacam demonstrasi untuk menghentikan orang-orang shopping di sana?

Saya sangat menyayangkan hal ini. Kalau dia bosan dengan video games, komik, dan dunia maya, mengapa dia tidak mencoba hutan di Kalimantan atau pantai di Bali?

Mudah-mudahan sekarang dia tidak begitu bosan di penjara.

Tulisan yang Lebih Tua »

Blog pada WordPress.com.