Tak lama lagi kita akan menghadapi lagi pemilu presiden.
Setelah gonjang-ganjing pemilu legislatif yang lalu, kini saatnya bulan tenang bagi rakyat. Setidaknya kepala tak pusing lagi menoleh sana-sini di jalan menimbang-nimbang slogan caleg mana yang paling bijak, atau muka siapa yang paling menjanjikan.
Bagi para elite politik, sebaliknya, tentu ini adalah bulan sibuk. Memikirkan koalisi, kebijakan, program, harapan, dan slogan. Semuanya harus siap ditampilkan kepada rakyat sebelum pemilu presiden.
Untuk mengantisipasi kampanye mereka nanti, ada baiknya bagi kita, rakyat, untuk memahami ini:
A slogan is not a policy.
A wish is not a program.
Jadi janganlah kita memilih berdasarkan slogan-slogan, tetapi lihat lebih dalam apa kebijakan yang dijanjikan oleh para calon pemerintah ini.
Jangan pula kita segera menganggap harapan-harapan, doa-doa, dan keinginan-keinginan yang dilontarkan pada masa kampanye sebagai tindakan yang benar-benar akan mereka laksanakan. Tanyakan atau perhatikan detil program real mereka.
Menciptakan slogan-slogan kreatif dan mempraktekkan kebijakan adalah dua hal yang berbeda.