Dari Mochtar Lubis Hingga Arjuna Sasrabahu di Kineruku

bonekarusia:

One of my favorite post on one of my favorite blog…

Originally posted on The Dusty Sneakers:

Mereka yang mencintai buku-buku indah tentu pernah dihinggapi ide romantis bahwa suatu hari ia akan membuat sebuah perpustakaan. Sebuah rumah buku yang dikelola dengan bersahaja, di mana siapapun boleh datang membaca, berdiskusi, tercenung, dan jatuh cinta sekaligus berdengki hati akan bagaimana para penulis hebat merangkai narasinya dengan cara indah yang tak ia pikirkan sebelumnya. Perpustakaan dengan bilik beraroma buku tua, teras dengan bangku yang diposisikan tepat di mana angin bertiup semilir, dan harum kopi yang menemaninya membaca. Rumah bagi pecinta buku dan pemuda yang melankolis sekaligus bergelora. Saat khayalan ini dibiarkan semakin menjadi, maka akan terdengar pula cicit burung di sela-sela musik masa lalu dari pemutar piringan hitam tua. Aih, sedap bukan main.

Terberkatilah Ariani Darmawan dan Budi Warsito yang, tidak seperti saya yang gemar berkhayal semata, benar-benar mewujudkan mimpi nan romantis ini. Telah sepuluh tahun rumah buku mereka, Kineruku, berdiri di jalan Hegarmanah Bandung yang rindang. Perpustakaan yang…

View original 845 more words

Kegilaan Google

If you’re not doing something that are crazy, then you’re doing the wrong things,” kata Larry Page waktu diwawancara Wired bulan Januari lalu.

Hal gila yang dimaksud oleh pendiri dan juga CEO Google ini adalah membuat sesuatu yang tidak hanya 2x atau 10x lebih baik dari yang sudah ada, melainkan 100x (serratuss kali) lebih baik. Atau 100% (serratuss persen) berbeda. Continue reading